Wahyu Eko Febriyanto
Kelas 8 SMP
3 Pelajaran
24 Materi
27 Pengikut
27 Mengikuti
Pahlawan ruang guru
Master AI
Rencana Pelajaran
Praktik Shalat Jenazah, Gerhana, dan Istisqa
Prof. Wahyu Eko Febriyanto
-
Rencana Pelajaran
Semangat Mencari Ilmu dan Kebijaksanaan Digital
Prof. Wahyu Eko Febriyanto
-
Flashcards
Flashcards: Menjadi Pribadi Berintegritas dengan Sifat Amanah dan Jujur
Prof. Wahyu Eko Febriyanto
-
Lainnya
Makna Mendalam Maulid Nabi Muhammad SAW
Prof. Wahyu Eko Febriyanto
-
Lainnya
Ringkasan Ceramah Gus Baha tentang Maulid Nabi
Prof. Wahyu Eko Febriyanto
-
Lainnya
Maulid Nabi, Berbagi, dan Ketaatan pada Al-Quran
Prof. Wahyu Eko Febriyanto
-
Lainnya
Tradisi Maulid Arbain: Penjelasan dan Makna
Prof. Wahyu Eko Febriyanto
-
Gambar
Teka-teki Huruf: Temukan Kata Tersembunyi dalam Grid
Prof. Wahyu Eko Febriyanto
-
Permainan
Teka-teki Huruf dan Jawaban Grid
Prof. Wahyu Eko Febriyanto
-
Proyek
Esai BAB I Ayat Al-Qur’an : Melestarikan Alam dan Menjaga Kehidupan A. Pengertian Tafkhim & Tarqiq Tafkhim secara bahasa bermakna menggemukkan, menebalkan. Sedangkan secara istilahnya diibaratkan oleh Muhammad Shadiq Qamhawi seperti memasukkan minyak samin ke dalam bacaan huruf, sehingga mulut terlihat penuh saat membacanya. Lawan dari bacaan Tafkhim adalah Tarqiq. Secara bahasa, Tarqiq berarti menipiskan. Adapun secara istilah diibaratkan seperti terdapat pergeseran dalam suara huruf, sehingga kondisi mulut tidak terlihat penuh saat membacanya. Kedua bacaan ini, tafkhim dan tarqiq, secara garis besar berlaku pada huruf ل dan ر. Namun, ternyata sebagian Imam Qurra juga mencatumkan huruf Isti’la termasuk dalam bacaan Tafkhim. As-Syathibi dan Al-Jazari juga memiliki pandangan yang sama tentang pembahasan ini. Terlepas dari itu, metode penyampaian keduanya dalam karyanya masing-masing tetap memiliki kesan yang berbeda. Adapun Huruf Hijai’ah yang memiliki ketentuan dibaca Tafkhim dan Tarqiq adalah sebagai berikut: 1. Huruf Lam Huruf lam dalam lafadz “Allah” disebut lam jalalah. Lam Jalalah harus dibaca sesuai kaidah Tafkhim & Tarqiq. Adapun cara membacanya adalah sebagai berikut: a. Tafkhim yaitu ketika lam jalalah berada di awal kalimat, setelah harakat fathah atau setelah harakat dhammah sebagaimana contoh berikut: 1) Di awal kalimat, contoh: اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ 2) Setelah harakat fathah, contoh: قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ 3) Setelah harakat dhammah, contoh: يُحْبِبْكُمُ اللهُ b. Tarqiq yaitu apabila Lam jalalah berada setelah harakat kasrah. Contoh: فِىْ رَسُوْلِ اللهِ 2. Huruf Ra’ Pelafalan huruf ra (ر) dalam ilmu tajwid terbagi dalam hukum bacaan tafkhim (tebal) dan tarqiq (tipis). Penempatan bacaan tebal dan tipis ini harus sesuai dengan tajwid Al-Quran. Jika qari atau pembaca Al-Quran salah melafalkan bacaan ra tebal dan tipis, hal itu akan mengubah makna ayat Al-Quran yang dibacanya.Berikut adalah contoh huruf ra’ yang dibaca tafkhim dan tarqiq yaitu: A. Tafkhim yaitu ketika huruf ra’ berharakat fathah, dhammah dan sukun yang didahului harakat fathah, atau sukun yang didahului harakat dhammah. Contoh: 1) Berharakat fathah, Contoh: أَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ 2) Berharakat dhammah, Contoh: وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ 3) Berharakat sukun didahului fathah. Contoh: وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ 4) Berharakat sukun didahului dhammah. Contoh: وَمَآاُرْسِلُوْا B. Tarqiq yaitu ketika huruf ra’ berharakat kasrah atau berharakat sukun yang didahului harakat kasrah. Contoh: 1) Berharakat kasrah, Contoh: اَلْقَارِعَةْ 2) Berharakat sukun didahului harakat kasrah, Contoh: وَاسْتَغْفِرْهُ B. Belajar Melafalkan dan Menerjemahkan Ayat Setelah mampu membaca Al Qur’an dengam baik dan benar maka sebagai umat Islam harus mampu menerjemahkan dan menerjemahkan ayat-ayat Al Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu petunjuk dalam Al Qur’an adalah perintah Allah SWT untuk menjaga kelestarian alam yang terdapat pada ayat – ayat berikut ini: 1. Surat Ar Rum ayat 41, Allah SWT berfirman: ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١ Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” 2. Surat Ibrahim ayat 32, Allah SWT berfirman: اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْۚ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِى الْبَحْرِ بِاَمْرِهٖۚ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْاَنْهٰرَ ٣٢ Artinya: ”Allahlah yang telah menciptakan langit dan bumi, menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Dia juga telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya. Dia pun telah menundukkan sungai-sungai bagimu.” C. Belajar Memahami Kandungan Ayat 1. Kandungan Q.S Ar Rum ayat 41 Asbabun nuzul atau latar belakang turunnya ayat di ini menurut Tafsir Ibnu Katsir adalah petunjuk bahwa berkurangnya hasil tanaman dan buah-buahan adalah karena perbuatan maksiat manusia. Ahmad Mustafa mengatakan Allah tidak hanya menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi merupakan akibat dari perbuatan tangan manusia. Ia memberi petunjuk bahwa orang-orang yang hidup sebelumnya juga pernah melakukan kesalahan yang sama. Karena perbuatan buruk tersebut Allah SWT menimpakan azab kepada mereka. Oleh sebab itu umat Islam diperintahkan untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran. Umat-umat di masa lalu binasa karena keingkaran mereka kepada Allah serta berbuat onar terhadap sesama manusia dan lingkungan. Melansir Kemenag, isi kandungan surat Ar-Rum ayat 41-42 antara lain: 1) Sebagai khalifah di muka bumi, manusia bertugas untuk memanfaatkan, mengelola, dan memelihara lingkungan. 2) Pemanfaatan alam yang dilakukan manusia seringkali tidak diiringi dengan usaha pelestarian. 3) Keserakahan manusia mengakibatkan kerusakan dan kesengsaraan kepada manusia itu sendiri. Misalnya banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, pencemaran air, dan lain sebagainya. 4) Allah SWT membiarkan sebagian manusia merasakan dampak buruk akibat perbuatannya sendiri. 2. Kandungan Q.S Ibrahim ayat 32 Menurut Tafsir Kementerian Agama (Kemenag RI), Surat Ibrahim ayat 32 berisi tentang nikmat yang Allah karuniakan kepada para hamba-Nya. Ini meliputi penciptaan langit dan bumi. Penciptaan langit berupa ruang angkasa yang luas dan besar, di dalamnya terdapat benda-benda angkasa seperti planet-planet. Mereka berjalan menurut garis edar yang telah Allah SWT tentukan. "Tidak ada satu pun dari planet-planet yang tidak mengikuti hukum itu, karena tidak mengikuti hukum-hukum yang telah ditetapkan itu berarti kehancuran bagi seluruh planet-planet itu." tulis Tafsir Kemenag RI pada Surat Ibrahim ayat 32. Apabila direnungkan dan diperhatikan betapa teraturnya tata ruang angkasa yang Allah SWT ciptakan, sampai-sampai terasa keagungan dan kebesaran Sang Khalik sebagai pencipta. Selain itu, Allah SWT juga menciptakan bumi sebagai planet yang jadi tempat hidup manusia untuk mempersiapkan diri sebelum berakhir di akhirat. Dalam Surat Ibrahim ayat 32, diterangkan terkait penciptaan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan dengan manfaat yang beragam bagi manusia. Kemudian di perut bumi terdapat barang tambang yang juga bermanfaat. Allah SWT juga menurunkan hujan yang asalnya dari uap air dan menjadi awan. Semua itu Dia jelaskan agar manusia mengetahui betapa besar kekuasaan-Nya dalam mengatur hidup dan kehidupan. D. Kisah Teladan Kisah Inspiratif Pandawara Group: Lima Anak Muda Bersihkan Sungai dengan Modal Sendiri Lima sekawan ini kerap membagikan kisah inspiratif kepedulian lingkungan di media sosial. Netizen mengenalnya sebagai Pandawara Group, lima anak muda asal Bandung yang viral karena aksi bersih-bersih sungai. Kelima pemuda ini bernama Rafi, Agung, Gilang, Ikhsan, dan Rifki. Berusia 20 tahunan awal, dan berhasil menarik perhatian publik berkat konten-konten pembersihan sungai. Bahkan, Pandawara dianggap sekumpulan anak muda inspiratif. Pandawara Group mengunggah kontennya di TikTok, tujuannya bukan validasi diri, melainkan untuk mengingatkan anak-anak muda dan masyarakat secara luas agar menjaga kebersihan sungai. Nama Pandawara sendiri diambil dari Pandawa Lima, tokoh wayang anak-anak Raja Astina Prabu Pandu Dewanata. Kelima anak-anak Pandu Dewanata ini bernama Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Dipilih nama Pandawara karena jumlah anak muda ini adalah lima, sementara kata wara bermakna kabar baik. Sehingga, jika diartikan, kelima anak muda ini membawa kabar-kabar baik lewat aksi peduli lingkungan ke masyarakat luas. Kisah Inspiratif Pandawara Group Mulanya Pandawara hanya membersihkan sungai-sungai di sekitar rumah mereka. Kelimanya juga membawa dan menggunakan peralatan sendiri untuk kegiatan bersih-bersih, mulai dari sepatu karet, jaring, dan plastik-plastik sampah. Pandawara lantas membersihkan sungai-sungai dari tumpukan sampah. Setelah sungai di sekitar rumah mereka, kegiatan bersih-bersih sungai merambah ke kecamatan lain di wilayah Kota/Kabupaten Bandung. Dalam channel Youtube Denny Sumargo, Pandawara mengaku aksi bersih-bersih ini mereka biayai sendiri secara patungan. Banjir yang kerap terjadi di sekitar rumah kelima kawanan inilah yang menggerakkan mereka untuk melakukan aksi bersih-bersih sungai. Mereka patungan Rp 400.000 per orang untuk dibelikan kantong sampah, sarung tangan, membiaya tarif angkut ke TPS, menyewa mobil pick up, membayar bensin, dan lain-lain. Dalam satu hari, biaya operasional aksi bersih-bersih ini bisa mencapai Rp800.000, paling mahal adalah alokasi untuk sewa pick up. Pandawara memulai aksi bersih-bersihnya memang belum lama, yakni pada 2022. Namun dalam satu tahun saja, saat itu Pandawara sudah berhasil membersihkan 80 titik di Jawa Barat. Mulai dari parit, anak sungai, bahkan sungai-sungai besar. Siapa sangka, saat bersih-bersih pun Pandawara kerap menemui bahaya. Bertemu dengan ular phyton, dan nyaris hanyut terbawa air pun pernah mereka alami. Saat ini, Pandawara masih aktif membersihkan sungai-sungai. Mereka bahkan digandeng pemerintah untuk membuat kampanye zero waste untuk disebarluaskan dan dilaksanakan di seluruh Indonesia. Itulah kisah inspiratif tentang Pandawara Group, sekumpulan anak muda inspiratif yang tak segan melakukan aksi bersih-bersih sungai demi menjaga kebersihan lingkungan. Dampak Positif yang Dihasilkan Kegiatan yang dilakukan oleh Pandawara telah menghasilkan berbagai dampak positif, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut adalah beberapa dampak signifikan yang telah dihasilkan oleh gerakan Pandawara: 1. Pengurangan Sampah di Lingkungan Melalui aksi-aksi pembersihan yang dilakukan, Pandawara telah berhasil mengangkat ratusan ton sampah dari sungai dan pantai di berbagai lokasi di Indonesia. Hal ini secara langsung membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan memperbaiki ekosistem air. 2. Peningkatan Kesadaran Masyarakat Melalui kampanye di media sosial dan aksi nyata di lapangan, Pandawara telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Banyak orang yang terinspirasi untuk mulai peduli dan aktif membersihkan lingkungan sekitar mereka. 3. Mobilisasi Massa untuk Aksi Lingkungan Pandawara telah berhasil menggerakkan ribuan relawan untuk ikut serta dalam aksi pembersihan. Misalnya, dalam aksi pembersihan Pantai Sukaraja di Lampung, mereka berhasil mengajak lebih dari 3.700 relawan untuk berpartisipasi. 4. Perubahan Kebijakan Lokal Di beberapa daerah tempat Pandawara melakukan aksi, pemerintah setempat mulai lebih memperhatikan masalah pengelolaan sampah. Beberapa kebijakan baru terkait pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan telah diimplementasikan sebagai hasil dari kesadaran yang ditimbulkan oleh aksi Pandawara. 5. Peningkatan Partisipasi Generasi Muda Pandawara telah berhasil membuktikan bahwa anak muda memiliki potensi besar untuk membuat perubahan positif. Hal ini telah mendorong lebih banyak generasi muda untuk aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan. 6. Kolaborasi Lintas Sektor Kegiatan Pandawara telah memicu kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, dalam upaya mengatasi masalah sampah dan kebersihan lingkungan. 7. Perubahan Perilaku Melalui kampanye dan edukasi yang konsisten, Pandawara telah membantu mengubah perilaku banyak orang terkait pengelolaan sampah. Lebih banyak orang yang mulai memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan lebih bertanggung jawab dalam membuang sampah. Dampak-dampak positif ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Pandawara tidak hanya bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki potensi untuk menciptakan perubahan jangka panjang dalam cara masyarakat memandang dan mengelola masalah sampah dan kebersihan lingkungan sesuai dengan makna dan Tafsir dalam Q.S Ar Rum ayat 41 dan Q.S Ibrahim ayat 32 yang sudah dijelaskan di dalamnya. (sumber: https://www.rctiplus.com/news/detail/berita-utama/3655180/kisah-inspiratif-pandawara-group-lima-anak-muda-bersihkan-sungai-dengan-modal-sendiri)
Prof. Wahyu Eko Febriyanto
-
Bergabunglah dengan guru ini dan lebih dari 5 juta lainnya yang sudah terhubung!
Di Teachy, Anda dapat membuat Rencana Pelajaran, Kegiatan, membuat Daftar latihan dan Tugas dalam hitungan menit!
2026 - Semua hak dilindungi undang-undang